Harapan Dunia Telah Lahir!

 

Allah adalah sumber pengharapan. Mengapa? Karena Ia setia pada janji-janji dan sabda-Nya terutama untuk menyelamatkan manusia. Allah berkolaborasi dengan manusia, malaikat dan seluruh ciptaan-Nya untuk mewujudkannya. Ia sangat rindu untuk berjalan bersama manusia seperti waktu di taman Eden. Allah setia, Ia mencari kita melalui sabda agar kita dapat menemukan-Nya. Mulai dengan bersabda kepada para nabi, orang-orang kudus-Nya. Allah terbuka, membuka diri-Nya, memperkenalkan diri-Nya, memberi seluruh diri-Nya dalam bayi Yesus. “Ia sendiri datang menyelamatkan kamu” (Yes 35:4). Ia mau menjadi seperti manusia, rapuh, membutuhkan Maria,  minum dari susunya, diberi nutrisi dari Maria, membutuhkan cinta dan kehadiran Yosef untuk tumbuh. Maria adalah wanita penuh harapan, hamil dengan apa yang kita harapkan untuk dilahirkan dan memberinya pada dunia. Suatu keikutsertaan yang aktif dan penuh tanggung jawab.

Yesus datang menyatakan kerapuhan-Nya, mengundang kita untuk menjadi kecil seperti Dia dengan lahir menjadi bayi. Dia memasang tenda-Nya di antara kita dan menjadi peziarah dan saudara berjalan melalui padang gurun bersama kita. Itulah anugerah cuma-cuma dari Allah. Dia ingin tinggal bersama kita dan ingin kita tinggal bersama-Nya. Allah datang dengan sangat mengejutkan menawarkan cinta, penghiburan, persahabatan, kesetiaan, pengampunan, tapi manusia memilih dunia kegelapan sejak jatuh di taman Eden. Memilih kesepian, egois. Percayalah, Yesus lahir saat ini, hadir untuk kita! Dia-lah Emmamuel, Allah beserta kita, pusat hidup kita dan harapan kita. Yesus lahir untuk mati agar bisa menjadi roti kehidupan, agar Dia menjadi manusia dalam kemanusiaan kita. Putra Allah menjelma hanya untuk menarik kita kepada-Nya. Kita hanya bisa diselamatkan kalau kita jatuh cinta dan dilepaskan dari cinta diri. Keselamatan adalah kemampuan untuk memberi hati kita kepada Tuhan. Cinta kasih-Nya mampu mengalahkan semua resistensi kita. Itulah harapan kita!

 

Selamat Natal!