6 Januari 2026

Selasa sesudah Penampakan Tuhan


Air dan Roh Kudus
Pembacaan dari uraian tentang penampakan suci Allah, diakukan pada St. Hipolitus

 

Yesus datang kepada Yohanes, dan menerima pembaptisan dari tangannya.  Apa ada sesuatu yang lebih menakjubkan?  Yesus itu ibarat sungai tak bertepi, yang menggembirakan kota Allah!  Namun Ia membiarkan diri dibasuh dengan beberapa tetes air!  Yesus itu sumber tanpa batas, yang melahirkan hidup untuk seluruh umat manusia dan mengatasi segala pengertian.  Meskipun demikian, Ia membiarkan diri dimasukkan ke dalam perairan miskin di dunia ini!

Yesus itu hadir di mana-mana dan di mana saja! Ia tak dapat dimengerti oleh para malaikat dan tak terjangkau oleh penglihatan manusia! Namun Ia datang untuk dibaptis, karena hal ini berkenan kepada-Nya. “Dan lihat, langit terbuka bagi Dia, dan terdengarlah suara berkata: Inilah Putra-Ku terkasih, kepada-Nya Aku berkenan.”

Cinta melahirkan cinta!  Terang yang bukan dari dunia ini menerbitkan terang yang tak terhampiri!  Inilah Dia, yang disebut anak Yusuf. Dialah Putra Tunggal Allah menurut hakikat ilahi.  “Inilah Putra-Ku terkasih!”  Ia yang memberi makan kepada ribuan orang yang tak terbilang banyaknya, menderita lapar!  Ia yang menyegarkan para pekerja, mengalami kecapaian bekerja!  Ia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya, tetapi mengatur segala sesuatu dengan tangan-Nya.  Ia menderita, tetapi menyembuhkan segala penderitaan.  Ia dihantam dengan banyak pukulan, tetapi memberikan kebebasan kepada dunia. Ia ditusuk lambung-Nya, dan memulihkan rusuk Adam.

Tetapi perhatikanlah aku benar-benar.  Aku ingin kembali kepada sumber kehidupan, dan memandang sumber yang terus mengalir ini, sebab sumber ini memberikan daya penyembuhan.  Bapa yang tak dapat mati mengutus Putra-Nya yang tak dapat mati, yakni Sang Sabda, ke dunia.  Ia datang kepada manusia untuk membasuh mereka dengan air dan Roh.  Ia ingin melahirkan kita kembali hingga jiwa dan raga kita tidak dapat binasa.  Untuk itu Ia menghembuskan roh hidup kepada kita, dan mengenakan kepada kita senjata yang menjamin tak akan mati.

Kalau orang sudah dijadikan tidak dapat mati, ia juga akan menjadi ilahi.  Jika ia memang telah menjadi ilahi karena air dan Roh Kudus lewat pembaptisan, ia juga akan menjadi ahliwaris bersama Kristus sesudah kebangkitan dari maut.

Maka, sebagai bentara aku mengumumkan: Datanglah semua rakyat dan bangsa untuk mendapatkan kebebasan dari maut lewat pembaptisan.  Sebab di sini air dipersatukan dengan Roh. Dengan air ini manusia lahir kembali dan menjadi hidup.  Di dalam air ini Kristus dibaptis, dan pada-Nya Roh Kudus turun dalam bentuk burung merpati.  Sebab barangsiapa turun ke tempat pembasuhan dan kelahiran kembali ini, ia menolak setan dan menyerahkan diri kepada Kristus; ia mengingkari musuh dan mengakui Kristus sebagai Allah; ia meninggalkan perbudakan, dan mengenakan pengangkatan sebagai putra; ia kembali dari pembaptisan, cemerlang bagaikan surya, bersinar-sinar karena kebenaran; dan yang paling penting; ia kembali sebagai putra Allah dan ikut menjadi ahliwaris bersama Kristus.  Kepada Kristuslah kemuliaan dan kuasa bersama Roh-Nya yang suci, baik dan giat, kini dan sepanjang masa.  Amin.