8 Januari 2026

Kamis sesudah Penampakan Tuhan


Roh Kudus dicurahkan di atas semua daging
Pembacaan dari Uraian St. Sirilus dari Aleksandria tentang Injil Yohanes

 

Dalam perencanaan mulia Pencipta alam semesta sudah mengambil keputusan untuk mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus; juga untuk memulihkan kodrat manusia seperti keadaannya semula.  Ketika mengambil keputusan demikian, Ia berjanji akan memberikan Roh Kudus dan kurnia-kurnia lainnya secara melimpah.  Sebab inilah satu-satunya cara untuk memulihkan kodrat secara damai dan lestari.  Tidak ada cara lain!

Maka Ia menentukan, kapan Roh akan turun di atas kita; yakni pada kedatangan Kristus.  Ia menjanjikannya dengan berkata, “Pada waktu itu – yakni pada jaman Sang Juruselamat – Aku akan mencurahkan Roh Kudus di atas semua daging.”

Ketika saat rahmat itu tiba, Sang Putra Tunggal datang ke dunia di dalam daging.  Ia menjadi manusia, lahir dari seorang wanita, menurut Kitab Suci.  Ketika itulah Allah dan Bapa mulai memberikan Roh lagi, dan Kristuslah yang pertama-tama menerima Roh sebagai buah pertama kodrat yang telah dibarui.  Yohanes memberi kesaksian tentang hal ini dengan berkata, “Aku melihat Roh turun dari langit, dan tinggal di atas-Nya.”

Dikatakan Kristus menerima Roh!  Memang begitulah!  Sebab Kristus itu menjadi manusia, dan sebagai manusia, sepantasnya Ia menerima Roh.  Memang Ia itu Putra Allah dan Bapa.  Ia dilahirkan dari kodrat-Nya bahkan sebelum penjelmaan, atau lebih tepat sebelum segala abad.  Meskipun begitu, Ia tidak merasa direndahkan kalau Ia mendengar Allah Bapa berkata kepada-Nya setelah Ia menjadi manusia, “Engkau itu Putra-Ku, hari ini Aku melahirkan Engkau.”

Memang benar, hari ini Allah telah melahirkan Dia.  Yang sebelum segala abad sudah Allah, dilahirkan sebagai putra, sehingga di dalam Dia, Allah dapat menerima kita sebagai putra; seluruh manusia ditemukan dalam Kristus, sebab Ia manusia.  Bapa mempunyai Roh-Nya sendiri.  Maka dapat dikatakan, Bapa memberikan-Nya kepada Putra, sehingga di dalam Putra kita dapat memperoleh Roh.  Maka dari itu dengan mengambil benih Abraham, Ia menjadi sama dengan saudara-saudara-Nya di dalam segala hal.  Demikian tertulis di dalam Kitab Suci.

Jadi, Sang Putra Tunggal menerima Roh Kudus tidak bagi diri-Nya sendiri.  Sebab Roh kepunyaan-Nya itu diberikan juga kepada kita di dalam Dia dan dengan perantaraan-Nya, seperti kami katakana lebih dahulu.  Karena Ia menjadi manusia, Ia memiliki seluruh kodrat kita di dalam diri-Nya.  Dengan demikian Ia dapat memperbaruinya dan memulihkannya dalam segala keutuhannya.

Selain yang telah dikatakan. Kita harus memperhatikan hal ini juga.  Dengan menggunakan pemikiran lurus dan kesaksian Kitab Suci, kita akan mengetahui, bahwa Kristus menerima Roh bukan untuk diri-Nya sendiri, melainkan untuk kita di dalam diri-Nya; sebab semua hal yang baik di dalam diri kita mengalir lewat Dia juga.