‘Engkau telah menjadikan Yang Mahatinggi pengungsianmu’ (Mz 90:2). Saudara-saudara, marilah kita sering terbang ke sana, benteng kokoh, di dalamnya tidak ada musuh yang perlu ditakuti. Jika saja kita dapat selalu tinggal di sana! Tetapi bukan untuk saat ini. Apa yang sekarang merupakan tempat pengungsian, suatu hari akan menjadi tempat tinggal dan tempat tinggal abadi. Sementara ini, meski kita tidak tinggal di sana, kita bisa sering memandang ke sana.
Dalam setiap godaan, pencobaan, dan dalam segala kebutuhan apapun, kota ini merupakan kota pengungsian bagi kita, pangkuan ibu. Karang padas yang dapat kita pegang, belaskasih Allah yang tersedia. Jika seseorang berpaling ke pengungsian ini, pasti ia tidak perlu lari.
Ada orang yang ingin beroleh keuntungan dari Allah, akan tetapi kasih sempurna yang hanya haus akan Allah Yang Mahatinggi, berseru dengan segenap kerinduannya, “Siapa yang kurindukan di surga dan di bumi selain Engkau? Allah adalah kekuatan hatiku dan bagianku selamanya… Engkau baik Tuhan, kepada mereka yang menantikan-Mu, kepada jiwa yang mencari-Mu.”