9 Februari 2026

PEKAN BIASA V – SENIN


Dari pengenalan akan Yesus Kristus
mengalir pengertian akan seluruh Kitab Suci
Pembacaan dari Breviloquium St. Bonaventura

 

Sumber Kitab Suci bukannya hasil penyelidikan manusia, tetapi wahyu Tuhan, yang datang dari ‘Bapa sumber Terang’.  Dari Bapalah berasal semua kebapaan di surga dan di dunia; dari Dialah, melalui Putra-Nya ,Yesus Kristus, Roh Kudus dicurahkan kepada kita; Lalu, dengan perantaraan Roh Kudus, yang membagikan dan menyampaikan kurnia-kurnia-Nya kepada setiap orang menurut kehendak-Nya, kita menerima anugerah iman, dan oleh karena iman, Kristus tinggal di dalam hati kita.  Demikianlah kita dapat mengenal Yesus Kristus; dan pengenalan ini menjadi sumber utama bagi pengertian yang kokoh akan kebenaran dari seluruh Kitab Suci.

Jadi, tidak mungkin orang memperoleh pengenalan ini jika ia belum menerima anugerah iman akan Yesus Kristus.  Iman ini adalah dasar dari seluruh Kitab Suci, Selama keadaan duniawi kita menghalangi kita untuk melihat Tuhan, iman yang sama ini merupakan dasar kokoh dari semua penerangan yang bersifat adikodrati, terang yang mengarahkan kita kepada-Nya dan pintu yang membawa kita masuk ke dalamnya.

Lebih-lebih, besarnya iman kita adalah ukuran dari kebijaksanaan yang Allah berikan kepada kita.  Jadi, tak seorang pun boleh ‘menilai kebijaksanaannya lebih tinggi daripada sebenarnya, tetapi ia harus menilai menurut besarnya iman yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.  Setiap orang hendaknya berpikir dengan pertimbangan yang jujur, sesuai dengan ukuran iman yang ditentukan oleh Allah baginya.’

Hasil atau buah dari membaca Kitab Suci itu tak dapat diabaikan: buahnya adalah kepenuhan kebahagiaan kekal.  Dalam Kitab Suci ada sabda-sabda hidup kekal, yang ditulis, bukan hanya agar kita percaya, melainkan juga agar kita memiliki hidup abadi.  Bila kita menghayati hidup itu kita akan mengerti dan mencinta sepenuhnya, dan keinginan-keinginan kita dipenuhi seutuhnya.  Dan kalau semua kebutuhan kita sudah dipenuhi, kita dapat sungguh mengetahui cinta itu yang melampaui segala pengertian.  Dengan demikian kita akan dipenuhi oleh Allah secara berlimpah-limpah.  Tujuan Kitab Suci adalah untuk membimbing kita kepada kepenuhan ini, sesuai dengan kebenaran yang terkandung dalam ucapan rasul Paulus yang terkutip di atas.  Untuk mencapai tujuan ini kita harus mempelajari Kitab Suci dengan cermat, mengajarkannya, dan bahkan mendengarkannya dengan cara yang sama.

Untuk mencapai tujuan akhir ini, yaitu kebahagiaan kekal, melalui jalan keutamaan menurut Kitab Suci, kita harus mulai dari permulaan.  Kita harus datang dengan iman yang murni kepada Bapa sumber terang, dan mengakui-Nya dalam hati kita dan bersujud di hadapan-Nya.  Kita harus memohon kepada-Nya untuk memberi kita, melalui Putra-Nya dan dalam Roh Kudus, pengetahuan yang benar akan Yesus Kristus dan bersama dengan itu cinta akan Dia.  Mengenal dan mencintai Dia dengan cara ini, teguh dalam iman, dan berakar dalam cinta, kita dapat mengetahui panjang, luas, tinggi dan dalamnya Kitab Suci.  Melalui pengetahuan ini kita akan sampai pada pengetahuan sempurna dan kepenuhan cinta akan Tritunggal Yang Mahakudus, yang merupakan kerinduan semua orang kudus.  Dengan mengenal dan mencinta semua yang baik dan benar kita akan mendapatkan makna dan pemenuhannya.