Saudara-saudara terkasih, hari ini kita memasuki masa suci Prapaskah, masa pelayanan militer Kristiani kita. Dalam menghayatinya, kita tidak sendirian. Kita bersatu dengan semua orang beriman. Tidakkah semua orang kristiani berpuasa bersama Kristus? Apa yang dijalani Kepala, tidakkah anggota-Nya mengikuti-Nya? Jika dari Kepala, kita telah menerima hal-hal baik, tidak maukah kita menerima hal-hal yang buruk? Akankah kita menolak kesedihan, tapi mau yang enak? Jika begitu, terbukti kita tidak layak bersatu dengan Dia; karena segala yang Ia derita itu untuk kita. Manusia yang berpuasa bersama Kristus, bukanlah sesuatu yang besar, jika ia berharap untuk duduk bersama Kristus di meja Bapa-Nya. Juga bukan sesuatu yang besar jika anggota menderita bersama Kepala, karena tahu akan menerima kemuliaan-Nya juga.
Berbahagialah anggota yang bersandar pada Kepala dalam segala, dan mengikuti-Nya ke manapun Ia pergi; jika tidak, jika anggota dipisahkan dari Dia, maka akan kehilangan semangat hidup.
Tuhan Engkau memikul dukacitaku dan berdukacita demi aku; dan melalui pintu sempit sengsara, Engkaulah yang pertama-tama masuk untuk melebarkan pintu masuk bagi anggota-anggota yang mengikuti Engkau.