Kesengsaraan

 

Marilah kita mengucap syukur kepada Bapa yang Maha Pengasih yang menyertai dan menghibur kita dalam segala kesengsaraan kita. Seperti telah saya katakan, penderitaan itu perlu, karena akan diubah menjadi kemuliaan, sebagaimana kesusahan akan diubah menjadi kegembiraan, kebahagiaan abadi yang takkan diambil seorang pun dari kita, sukacita berlimpah, sukacita yang penuh. Kebutuhan ini penting, karena menghasilkan mahkota. Saudara-saudaraku, janganlah kita meremehkannya: benih ini kecil, tetapi akan menumbuhkan buah yang besar.

 

Harapan akan kemuliaan terdapat di dalam kesengsaraan, sebagaimana harapan akan buah terdapat di dalam benih.  Demikian pula, Kerajaan Allah sekarang ada di dalam diri kita, harta di dalam bejana tanah liat, di dalam ladang yang tak berharga. Ada, namun tersembunyi. Berbahagialah orang yang akan menemukannya. Saudara-saudaraku, kemuliaan itu tersembunyi di dalam penderitaan. Pada saat ini keabadian tersembunyi, di dalam hal kecil ini tersembunyi kemuliaan luhur yang tiada taranya. Maka dari itu, marilah kita bergegas membeli ladang ini, membeli harta yang tersembunyi di ladang ini. Marilah kita menganggapnya sukacita besar saat kita berada dalam berbagai kesusahan. Sebab Emmanuel, Tuhan beserta kita, datang untuk berada dekat dengan mereka yang hatinya remuk redam, untuk berada bersama kita dalam penderitaan kita.