Jika kamu hening di dalam roh, dengan pikiran yang serius tanpa kecemasan, masuk ke dalam rumah doa sendirian, dan berdiri di hadirat Tuhan pada salah satu altar, menyentuh gerbang surga dengan tangan kerinduan suci, di hadapan paduan suara para kudus menembus surga dengan devosi – ‘sebab doa orang benar menembus surga’,
jika kamu mohon agar penderitaan dan kemalangan yang sedang kamu hadapi dikasihani, dan menunjukkan betapa besarnya kebutuhan kamu serta mohon belaskasih mereka dengan desahan dan keluhan yang tak terungkapkan melalui kata-kata;
jika kamu melakukan hal itu, saya percaya pada Dia yang mengatakan: “Mintalah dan kamu akan menerimanya”. Dan jika kamu tak henti-hentinya mengetuk, maka kamu tidak akan pulang dengan tangan kosong.
Sungguh, ketika kamu pulang, penuh dengan rahmat dan kasih, rohmu yang penuh semangat itu takkan bisa menyembunyikan anugerah yang telah kamu terima itu. Kamu akan menyampaikannya tanpa gembar gembor dan dalam rahmat yang dianugerahkan itu, kamu akan mengalami penyambutan dan setiap orang akan takjub kepadamu.