Peringatan St. Paulus VI
(Paus)
Kami mewartakan Kristus sampai ke ujung bumi
Pembacaan dari homili Paus Paulus VI dalam kunjungannya ke Filipina
“Celakalah aku, jika tidak mewartakan Injil!” Aku diutus oleh Kristus sendiri, untuk melakukan ini. Aku ini rasul, aku ini saksi. Semakin jauh tujuannya, semakin sulit tugas perutusan saya, semakin mendesak cinta yang mendorong saya. Aku harus memberi kesaksian tentang nama Yesus: Dia itu Kristus, Putra Allah yang hidup. Ia mewahyukan Allah yang tidak kelihatan, Ia yang sulung dari segala ciptaan, dasar setiap makhluk yang diciptakan. Ia itu guru umat manusia, dan penebusnya. Ia lahir, mati dan bangkit kembali untuk kita.
Ia itu pusat sejarah dan pusat dunia; Ia itulah yang mengerti akan kita dan mencintai kita; Ia itu kawan dan sahabat hidup kita. Ialah manusia penuh duka dan pembawa harapan. Ia itulah yang akan datang, dan pada suatu hari akan menjadi hakim kita, dan kita harapkan, kita memperoleh kelanjutan hidup kita dalam kepenuhan abadi; bahagia selamanya.
Saya dapat berbicara tentang Dia tanpa habis-habisnya: Ia itu terang dan kebenaran; sungguh Dialah jalan, kebenaran dan kehidupan. Ialah roti dan sumber air hidup untuk memuaskan kelaparan dan kehausan kita. Ia itu gembala kita, penunjuk jalan, teladan kita, kekuatan kita, saudara kita. Seperti kita dan lebih daripada kita, Ia menjadi kecil, miskin, direndahkan; Ia dulu seorang pekerja; Ia mengenal nasib malang dan tetap sabar. Demi kita Ia berbicara, membuat mukjizat dan mendirikan kerajaan baru. Di dalam kerajaan-Nya itu orang miskin bahagia, damai menjadi dasar kehidupan bersama; orang yang berhati murni dan yang berdukacita dibangkitkan dan dikuatkan; mereka yang lapar dan haus akan kebenaran pasti dipuaskan! Di sana orang berdosa dapat memperoleh pengampunan, di sana semua orang adalah saudara.
Yesus Kristus: kamu mendengar Dia disebut-sebut; memang sebagian besar dari kamu sudah menjadi milik-Nya: kamu orang-orang Kristen. Kini, kepadamu umat Kristen, aku mengulang nama-Nya, kepada setiap orang kuwartakan Dia: Yesus Kristus adalah awal dan akhir, Alfa dan Omega: Ia itu raja dunia baru; Ialah rahasia sejarah; Ia merupakan kunci bagi akhir tujuan kita. Ia itu pengantara, jembatan antara surga dan dunia. Ia lebih sempurna dari siapa saja sebagai Putra Manusia, karena Ia itu Putra Allah, kekal dan abadi. Ia itu putra Maria, wanita terberkati di antara wanita, ibu Yesus menurut daging, dan ibu kita karena bersatu dalam Roh tubuh mistik-Nya.
Yesus Kristus itu pewartaanku selalu! Dialah yang kuserukan kepadamu. Aku ingin nama-Nya menggema sampai ke ujung bumi kini dan sepanjang masa.