Aliran kasih yang mengalir dari ciptaan tidak sama dengan dari dia yang mengasihi dan dari Dia yang adalah Kasih. Jiwa dan Sabda, Mempelai Wanita dan Mempelai Pria, Pencipta dan Ciptaan – lebih lagi manusia yang haus dibandingkan dengan sumber air. Lalu apakah janji mempelai wanita akan binasa karena dia tak dapat menyamai kecemerlangan matahari dan cinta kasih-Nya yang adalah Belas Kasih itu sendiri? Tidak. Meskipun ciptaan kurang mengasihi, namun jika ia mengasihi dengan segenap hati maka kasihnya tidak berkurang, sebab ia telah memberikan segalanya.
Kasih seperti itu, seperti sudah kukatakan adalah suatu pernikahan, karena jiwa tak dapat mengasihi seperti ini dan tidak dikasihi tanpa ada pernikahan sempurna dan utuh. Dalam pertukaran kasih tak seorang pun ragu karena pertama-tama jiwa dikasihi dan semakin dikasihi secara hebat oleh Sabda, karena Sabda mendahului dan melampaui dalam kasihNya. Berbahagialah jiwa yang diperbolehkan untuk mengharapkan kebahagiaan yang begitu manis.
Karena pernikahan jiwa seperti itu tiada lain dari pada kasih yang kudus dan murni, penuh kemanisan dan kegembiraan, tenang dan benar, timbal balik dan mendalam yang menggabungkan keduanya, bukan dalam satu daging, melainkan dalam satu roh, membuatnya bukan lagi dua melainkan satu.