Mengapa
kita harus mengasihi Allah

 

Engkau menginginkan aku untuk mengatakan kepadamu mengapa Allah harus dikasihi dan seberapa banyak kita harus mengasihi-Nya. Alasan untuk mengasihi Allah adalah Allah sendiri dan ukurannya adalah kasih yang tak terbatas. Dia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita, orang-orang yang tak layak ini. Oleh karena itu kalau seseorang mencari seberapa besar hak Allah atas kasih kita, jawaban utamanya adalah karena Dialah yang pertama-tama mengasihi kita.

Bukankah sebaiknya kita balas mengasihi Dia ketika kita berpikir siapa yang dikasihi, siapakah yang Dia kasihi dan seberapa banyak Dia dikasihi? Untuk siapakah kasih-Nya yang besar itu dinyatakan? Rasul Paulus mengatakan kepada kita, “Kita telah diperdamaikan dengan Allah berkat kematian Anak-Nya ketika kita masih seteru dengan Allah.” Jadi Allahlah yang telah mengasihi kita, mengasihi dengan cuma-cuma dan mengasihi kita di saat kita masih memusuhi-Nya.

Dan seberapa besar kasih-Nya ini? Yohanes menjawab, “Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Dia menyerahkan Putra Tunggal-Nya bagi kita, barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan memperoleh hidup kekal.”  Santo Paulus menambahkan, “Dia tidak menyayangkan Putra-Nya tetapi telah menyerahkan-Nya bagi kita semua.” Dan Putra sendiri berkata tentang diri-Nya sendiri, “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan dirinya bagi sahabat-sahabat-Nya.” Inilah hak yang diminta oleh Allah yang kudus, yang Mahatinggi, Mahakuasa dari manusia yang cemar, hina dan lemah.