Kemampuan menampung Allah

 

Apakah tidak ada perbedaan di antara Gambar Allah dengan jiwa yang diciptakan menurut gambar-Nya? Tentu ada. Sebab jiwa menerima sesuai dengan kapasitasnya sedangkan Gambar menerima dalam ukuran yang setara dengan Allah. Manusia menerima anugerah dari tangan Allah dan Gambar menerima diri-Nya dari keberadaan Allah, dari inti hakikat-Nya.

Sebab keagungan Gambar tidak hanya serupa dalam kebenarannya, melainkan keberadaannya itu sendiri. Tidak demikian pada jiwa; keagungan dan kebenarannya berbeda dari itu dan berbeda satu sama lain.

Jiwa itu agung dalam porsinya untuk menampung keabadian dan benar dalam porsinya untuk menginginkan hal-hal surgawi. Jiwa yang tidak mempunyai hasrat dan selera akan yang surgawi namun melekat pada hal-hal duniawi, jelas terbungkuk dan tidak tegak. Tidak perlu mempunyainya dalam ukuran yang besar, ia selalu mampu menampung hal yang abadi. Andaikata ini tidak tercapai, ini tidak menghentikan kemampuannya untuk mencapainya.

Keagungannya tetap walaupun dia kehilangan kebenarannya. “Manusia sebagai Gambar Allah” menjadi timpang seperti hanya mempunyai satu kaki dan menjadi anak yang hilang.