Oktaf Natal – Hari ke-7
Kristus lahir, damai bersemi
Pembacaan dari khotbah Paus Leo Agung
Masa kanak-kanak oleh Putra Allah tidak dianggap mengurangi kemuliaan-Nya. Masa itu berlangsung bertahun-tahun menuju kedewasaan penuh. Ketika kemenangan sengsara dan kebangkitan sudah paripurna, semua tindakan perendahan selesai. Namun pesta hari ini membarui bagi kita masa kanak-kanak Yesus, yang lahir dari Perawan Maria. Dan kalau kita merayakan kelahiran Juru Selamat, sesungguhnya kita merayakan permulaan hidup kita sendiri. Sebab kelahiran Kristus adalah awal mula umat Kristus, dan hari kelahiran kepala itu juga hari kelahiran tubuh.
Memang benar, setiap orang yang dipanggil, diberi tempat khusus. Dan semua putra-putri Gereja hanya terpisah dalam waktu, yang satu hidup sesudah yang lain. Namun semua sama-sama lahir dari air pembaptisan, disalib dengan Kristus dalam sengsara-Nya, bangkit dengan Dia dalam kebangkitan-Nya, dan diberi tempat bersama Dia di sebelah kanan Bapa pada waktu kenaikan-Nya. Bersama dengan Dia segenap kaum beriman lahir dalam kelahiran-Nya ini.
Di seluruh dunia, setiap orang beriman lahir kembali dalam Kristus; ia meninggalkan jalan hidupnya yang semula, dan masuk ke dalam manusia baru dengan dilahirkan kembali. Ia tidak lagi diperhitungkan menurut bibit manusiawi orang tuanya, tetapi menurut benih Penebus, yang menjadi Putra Manusia, agar kita memperoleh kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Seandainya Ia tidak datang kepada kita dalam kerendahan, tak seorang pun dapat datang kepada-Nya atas jasa sendiri.
Maka kebesaran kurnia yang kita terima menuntut dari kita rasa hormat yang sepadan dengan kecemerlangannya. Seperti diajarkan oleh Santo Paulus, “Kita tidak menerima roh dunia ini, tetapi roh Allah sendiri, agar kita dapat mengerti akan kurnia, yang diberikan oleh Allah kepada kita.” Maka kita harus menyembah Dia secara benar. Dan untuk itu tidak ada cara lain kecuali dengan mempersembahkan kepada-Nya apa yang diberikan-Nya kepada kita.
Tetapi dari khazanah kasih setia Tuhan apakah gerangan pilihan yang lebih tepat untuk menghormati pesta ini? Tidak ada lain kecuali damai, yang pertama kali dinyatakan oleh paduan para malaikat pada kelahiran Tuhan! Damailah yang memberikan kelahiran kepada putra-putri Allah! Damailah inang pengasuh cinta, ibu kesatuan, istirahat bagi para terberkati, dan rumah kita yang abadi! Berkat khusus dari karya dan kurnia damai ialah bahwa: semua yang disisihkan dari dunia, dipersatukan dengan Dia.
Maka hendaklah mereka yang dilahirkan dari Allah, dan bukan dari darah atau dari kehendak daging atau dari kehendak seorang pria, mempersembahkan kepada Allah kesatuan hati sebagai putra yang cinta damai. Hendaklah semua anggota yang diangkat putra, bersatu dalam Sang Putra Sulung! Ia datang tidak untuk melakukan kehendak-Nya sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus-Nya. Hanya mereka yang bersatu dalam budi dan hati diangkat Allah sebagai ahliwaris-Nya. Mereka yang terpecah belah dan bertengkar satu sama lain tidak akan diangkat-Nya. Jadi, manusia yang dibentuk kembali sesuai dengan gambar yang sama, harus memiliki satu roh, yang sesuai dengan gambar itu.
Hari kelahiran Tuhan adalah hari kelahiran damai. Seperti dikatakan oleh Rasul Paulus, Ia adalah damai kita, yang mengumpulkan dua menjadi satu. Jadi, entah Yahudi entah Yunani, “Lewat Dia kita mendapatkan jalan dalam Roh yang satu menuju Bapa.”