15 Desember 2025

PEKAN III ADVEN – SENIN


Ia mencintai lebih dahulu

Pembacaan dari ulasan Guillaume dari Saint Thierry, tentang Memandang Tuhan

 

Hanya Engkaulah Tuhan.  Engkau perintahkan, bagi kami berarti keselamatan.  Bagi kami mengabdi Engkau tidak lain daripada diselamatkan oleh-Mu.  Tetapi bagaimana kami diselamatkan oleh-Mu, ya Tuhan, bagaimana datangnya keselamatan dan turunnya berkat pada umat-Mu, kalau tidak mendapatkan kurnia mencintai Engkau dari-Mu dan dicintai oleh-Mu?  Itulah Tuhan, sebabnya Engkau menghendaki Putra tangan kanan-Mu.  Orang yang Engkau jadikan kuat bagi diri-Mu sendiri, harus dinamakan Yesus, yaitu Penebus, sebab Ia akan menebus umat-Nya dari dosa-dosa mereka.  Tidak ada keselamatan lain kecuali pada Dia, yang mengajar kita lebih dulu, bahkan sampai mati di salib.  Dengan mencintai kita dan begitu menyayangi kita, Ia menggerakkan kita untuk mencintai Dia, yang lebih dulu telah mencintai kita sampai sehabis-habisnya.

Engkau, yang lebih dulu mencintai kami, melakukan hal ini, justru ini, Engkau lebih dulu mencintai kami, agar kami mencintai Engkau.  Dan ini tidak karena Engkau memerlukan cinta kami, tetapi karena kami tidak dapat menjadi apa yang Engkau maksudkan dengan menciptakan kami selain dengan mencintai Engkau.  Setelah berbicara kepada kami dengan berbagai macam cara dan pada berbagai macam kesempatan kepada leluhur kami dengan perantaraan para nabi, sekarang pada jaman akhir ini Engkau telah berbicara kepada kami dengan perantaraan Putra, Sabda-Mu, oleh mana langit dijadikan dan semua kekuatannya dengan nafas mulut-Nya.  Bagi-Mu berbicara demikian kepada kami di dalam Putra merupakan pernyataan terbuka, di bawah terang surya, betapa besar dan bagaimana cinta-Mu kepada kami, karena Engkau tidak mengindahkan Putra-Mu sendiri, tetapi menyerahkan Dia bagi kami semua.  Dan Ia sendiri mencintai kami dan menyerahkan diri-Nya bagi kami.

Inilah ya Tuhan, sabda-Mu kepada kami, inilah warta-Mu yang penuh kuasa: Dia, yang ketika semua diam sunyi (yaitu ada di lembah kesesatan) turun dari takhta kerajaan, Dia lawan kesesatan yang gigih, dan rasul cinta kasih yang lembut.  Dan segala sesuatu yang diperbuat, segala sesuatu yang dilakukan di dunia, bahkan penghinaan, pengludahan, tamparan, salib dan pemakaman, semuanya tidak lain daripada Engkau sendiri berbicara di dalam Putra, menggerakkan kami dengan cinta-Mu, dan menarik cinta kami kepada-Mu.  Sebab Engkau, ya Tuhan, pencipta jiwa-jiwa kami tahu bahwa perasaan ini tidak dapat dipaksakan pada anak-anak manusia, tetapi harus dibangkitkan.  Dan ini nyata berdasarkan alasan, bahwa di mana ada paksaan, kebebasan tidak ada, dan kalau kebebasan tidak ada, kebenaran pun tidak ada juga.

Kami tidak dapat diselamatkan dengan selayaknya, kalau kami tidak mencintai Engkau, dan kami tidak dapat mencintai Engkau selain karena pemberian-Mu.  Maka Engkau ingin, bahwa kami mencintai Engkau.  Demikian, Tuhan, seperti dikatakan oleh rasul dan seperti kami katakan: cinta-Mu kepada kami lebih dulu, Engkau “lebih dulu mencintai kami” ; dan Engkau mencintai semua pencinta-Mu lebih dulu.

Kami (dari pihak kami) menyayangi Engkau dengan rasa cinta, yang Engkau tanamkan dalam diri kami.  Tetapi, Engkau satu-satunya harta yang tertinggi dan kebaikan yang paling unggul, cinta-Mu adalah kebaikan-Mu, “Roh Kudus keluar dari Bapa dan Putra”.  Sejak awal mula ciptaan, Ia lahir di atas permukaan air – yaitu jiwa-jiwa manusia yang terombang-ambing – memberikan diri-Nya kepada semua dan menarik semua kepada diri-Nya.  Dan dengan menghembusi mereka, menjiwai mereka, menjauhkan yang berbahaya, memberikan yang berguna, Ia mempersatukan Tuhan dengan kita dan kita dengan Tuhan.