7 Januari 2026

Rabu sesudah Penampakan Tuhan


Air-air disucikan
Pembacaan dari Uraian St. Proklus dari Konstantinopel

 

Kristus nampak di dunia, dan dengan mengatur kembali dunia yang salah atur, Ia membuatnya cemerlang.  Ia menanggung dosa dunia dan merebahkan musuh dunia.  Ia menyucikan sumber-sumber air, dan menerangi jiwa-jiwa manusia. Ia mengungguli mukjizat-mukjizat dengan mukjizat lain yang lebih hebat.

Sebab pada hari ini bumi dan laut membagi rahmat dari Sang Juruselamat, dan di seluruh dunia kegembiraan terpancar.  Pesta hari ini menampakan perkembangan mukjizat yang lebih besar daripada pesta kelahiran yang kita rayakan sebelumnya.  Kalau pada kelahiran beberapa hari yang lalu bumi ikut bergembira, karena membawa Tuhan dalam palungan, pada pesta penampakan Tuhan ini laut melonjak dengan sukacita tertinggi, dan menari-nari kegirangan karena telah menerima berkat penyucian di tengah Sungai Yordan.  Dalam perayaan Natal anak tak sempurna ditunjukkan untuk memberi kesaksian tentang keadaan kita yang tak sempurna.  Tetapi pada hari raya Penampakan sekarang ini orang dewasa penuh yang nampak.  Dengan samar-samar Ia menunjukkan kepada kita: Dia yang memang sempurna, yang keluar dari Allah sempurna.  Di sana Sang Raja mengenakan busana keagungan tubuh, di sini sumber membentuk sungai di sekitarnya seolah-olah untuk memberi busana kepada-Nya.  Maka, datanglah, melihat mukjizat-mukjizat baru yang mengagumkan: Surya kebenaran mandi di Sungai Yordan, api menyelam di dalam air, dan Tuhan disucikan dengan pelayanan manusia.

Pada hari ini seluruh ciptaan menggemakan lagu merdu, “Terpujilah yang datang atas nama Tuhan!” Terpujilah yang datang setiap saat; sebab ini bukannya pertama kali Ia datang.

Dan sekarang siapakah Dia itu?  Silakan berbicara lebih jelas, Daud terpuji! Katakan lagi, “Allah itu Tuhan, dan Ia memberi kita terang.”  Dan tidak hanya Daud sebagai nabi berbicara begitu!  Rasul Paulus pun setuju dengan dia!  Dengarkanlah kesaksiannya ini, “Tampaklah kini rahmat Allah.  Ia memberikan keselamatan kepada semua manusia, dan menyampaikan pengajaran kepada kita.”  Tidak kepada sementara manusia, tetapi “pada manusia”, kepada semua! Itu berarti: Yahudi maupun Yunani bersama-sama.  Ia mencurahkan keselamatan lewat pembaptisan, dan dalam pembaptisan Ia memberikan berkat kepada semua orang.

Mari, lihatlah air bah yang ajaib dan baru: Lebih besar dan lebih mulia daripada di jaman Nuh!  Di saat itu air bah membinasakan bangsa manusia; tetapi air bah pembaptisan ini memanggil orang mati menjadi hidup kembali oleh kuasa Dia yang pernah dibaptis di dalam air.  Dulu merpati membawa ranting jaitun di paruhnya menandai bau semerbak harum dari Kristus Tuhan.  Tetapi kini Roh Kudus datang dalam bentuk merpati, menyatakan bahwa Tuhan penuh belas kasih kepada kita.