“Merpatiku di celah-celah batu karang”. “Celah-celah batu karang” itu ditafsirkan sebagai luka-luka Kristus, dan saya setuju sepenuhnya. Karena “Kristus adalah Batu karang“. Apa yang dapat ditemukan dalam Batu karang selain yang paling unggul? Batu Karang ini membuatku merasa aman, memberiku pijakan yang kuat.
Di atas “Batu Karang” aku selamat dari musuh-musuhku. Dan di mana kelemahan menemukan tempat istirahat yang tenang atau tempat pengungsian yang aman selain dalam luka-luka Sang Penyelamat? Saya telah sangat berdosa namun tidak terkutuk karena saya ingat akan luka-luka Penyelamatku. Sebab Dia telah dilukai demi dosa-dosa kita. Dosa apakah yang begitu mematikan sehingga tidak dapat dikalahkan oleh kematian Kristus? Tidak ada penyakit menyedihkan. Tidak ada apapun yang membuatku putus asa, jika saya mengingat obat yang begitu kuat dan mujarab.
Saudara-saudara, apapun yang ingin saya lihat di dalam diriku, dengan penuh kepercayaan saya ambil dari Hati Yesus Tuhanku. Sebab dari hati-Nya mengalir belas kasihan, sehingga tak seorang pun kekurangan curahan kekayaan dari celah “Batu Karang”. Mereka menusuk tangan dan kaki-Nya dan menusuk lambung-Nya dengan tombak. Dan melalui celah-celah itu saya diperkenankan untuk “menghisap madu dan minyak dari batu karang”.