Melampaui

 

Tuhan Yesus tidak hanya melewati kematian menuju kehidupan, tetapi melampauinya sampai ke kemuliaan. Jika Ia sungguh telah bangkit dari mati, tetapi tidak naik ke surga, orang hanya dapat mengatakan bahwa Ia telah pergi, tetapi tidak sampai ke kemuliaan, sehingga Mempelai Wanita yang mencari Dia hanya perlu lewat saja, tidak perlu sampai pergi melampaui batas. Namun karena dalam Kebangkitan-Nya, Ia telah lewat dan melalui Kenaikan-Nya Ia telah pergi melampaui batas, Mempelai Wanita, juga perlu pergi melampaui batas dan mengikuti Dia bahkan sampai ke surga di dalam iman dan semangat devosi. Percaya pada Kebangkitan-Nya berarti melewati, tetapi percaya pada Kenaikan berarti pergi melampaui batas.

Kristus adalah buah sulung. Ia telah mendahului kita dan iman kita ikut pergi bersama-Nya. Jika Ia naik ke surga, iman kita ada di sana. Jika Ia turun ke neraka, iman kita pun di sana. Jika Ia memakai sayap-sayap fajar dan tinggal di bagian laut yang paling dalam, di sana pun tangan-Nya akan menuntun aku dan tangan kanan-Nya akan memegang aku. Bukankah melalui iman, Allah Yang Mahakuasa dan baik telah membangkitkan kita dan mendudukkan kita di sebelah kanan-Nya?

Maka Gereja mengatakan, “Aku meninggalkan mereka”, sebab Gereja telah meninggalkan dirinya untuk tinggal di dalam iman karena ia belum sampai ke tempat tujuan yang sebenarnya.