Pada awal hidup-Nya di dunia, Kristus makan di rumah Martha dan Maria dan menyegarkan roh-Nya dengan devosi dan kebaikan mereka. Tetapi menurut saya sebenarnya Ia memberi mereka suatu makanan rohani. Ia memberi mereka makan sebagaimana Ia sendiri diberi makan. Maka ketika Ia memberi makan kepada orang lain, Ia sendirilah yang menjadi makanannya, dan ketika Ia menyegarkan kita dengan suka cita rohani, Ia sendiri bersukacita atas kemajuan rohani kita.
Penyesalanku, keselamatanku adalah makanan-Nya. Aku sendirilah makanan-Nya. Aku dikunyah ketika aku ditegur olehNya; aku ditelan oleh Dia ketika aku diajari-Nya; aku dicerna oleh-Nya ketika aku diubah; aku diasimilasikan ketika aku ditransformasikan; aku dijadikan satu dengan-Nya ketika aku selaras dengan-Nya.
Ia memberi kita makan dan dimakan oleh kita supaya kita terikat lebih dekat dengan Dia. Jika tidak kita tidak bersatu sempurna dengan Dia. Dia memakan aku supaya Dia memilikiku di dalam diri-Nya, dan Dia pada saatnya dimakan olehku supaya Dia ada di dalam aku, dan ikatan di antara kita akan menjadi kuat dan bersatu sempurna. Jika aku ada di dalam Dia dan Dia juga ada di dalam aku.