Bagaimana Allah Sebaiknya Dicintai

 

Pertama-tama, pertimbangkanlah bagaimana Allah pantas dicintai tanpa batas,  karena Dia telah terlebih dahulu mencintai kita. Cinta-Nya kepada kita yang tak berarti dan hanya seperti ini, sangatlah besar dan cuma-cuma. Seperti yang saya katakan di awal, kita harus mencintai Tuhan tanpa batas.

Akhirnya, karena kasih yang diberikan kepada Tuhan itu merupakan kasih yang diberikan kepada Seseorang  yang tak terhingga dan tak terbatas, maka saya bertanya: Apakah yang seharusnya menjadi tujuan atau tingkat cinta kita? Bagaimana dengan kenyataan bahwa cinta kita kepada-Nya bukanlah cinta yang diberikan secara cuma-cuma tetapi sebagai pembayaran hutang? Allah, yang kebesaran-Nya tak mengenal akhir, yang kebijaksanaan-Nya tanpa batas dan damai-Nya melebihi segala pengertian, mencintai kita. Kalau begitu, layakkah kita berpikir bahwa kita dapat membalas-Nya dengan cinta yang dibatasi oleh ukuran?

Ya Allahku, penolongku, aku akan mencintai-Mu sebanyak yang aku mampu atas anugerah- anugerah-Mu. Cintaku lebih sedikit daripada sebagaimana mestinya, namun tidak kurang daripada yang mampu aku berikan. Sebab aku tidak bisa mencintai-Mu sebanyak yang seharusnya, dan aku tidak bisa mencintai-Mu lebih daripada yang aku mampu. Aku hanya akan mampu mencintai-Mu lebih banyak, bila Engkau memberiku lebih, meskipun Engkau tidak akan pernah menemukan cintaku sebanding dengan cinta-Mu.