Saudara–saudaraku, kamu akan mendengar tentang janji Bapa, ganjaran bagi kerja kita, dan buah dari keadaan kita yang tertawan. Sungguh berat keadaan ini, bukan hanya yang kita pikul bersama dengan orang lain, sebagai kenyataan umat manusia. Kita mengikatkan diri secara ketat pada Peraturan dan askesis agar mematikan kehendak kita dan agar hidup dunia hilang dari diri kita. Sungguh suatu ikatan yang menyakitkan. Ya, menyakitkan jika kita menderita hanya karena melawan kehendak kita dan bukan karena pilihan bebas kita.
Bagaimanapun ikatan yang menyakitkan itu ada, karena kita telah dengan bebas menyerahkan kebebasan kita pada Allah; dan tidak ada kehebatan lain yang kita lakukan selain menyerahkan kebebasan itu melalui kehendak kita sendiri. Inilah semestinya yang menjadi satu-satunya alasan. Sesungguhnya saudara-saudara ada alasan yang lebih besar untuk diyakini. Yang saya maksudkan adalah kasih akan Allah.
Semua perbuatan baik kita dilakukan tidak hanya bagi Allah, tetapi juga bersama Allah. Dia adalah penulis kebaikan yang kita lakukan, sebagaiman Dia adalah Pemberi ganjaran dan semua balas jasa. Bukankah dengan Dia kita dapat mengatasi derita? Ya. Sebagaimana penderitaan Kristus melimpah di dalam kita, demikian juga oleh Kristus penghiburan melimpah.