Keserupaan itu, yang menyertai visi akan Allah adalah hal yang paling mengherankan dan menakjubkan, dan merupakan visi itu sendiri. Aku hanya dapat menggambarkannya sebagai apa yang ada dalam kasih. Visi ini adalah kasih dan keserupaan tersebut adalah kasih. Siapa yang tidak akan kagum pada kasih Allah yang memanggil kembali seseorang yang telah menampik-Nya? Betapa pantas orang fasik mendapat hukuman, ia yang disebutkan sebelumnya sebagai yang merampas keserupaan dengan Allah bagi dirinya sendirinya, namun yang dengan memilih ketidakbenaran menjadi tak mampu mengasihi baik dirinya sendiri maupun Allah.
Ketika ketidakadilan yang adalah bagian dari penyebab ketidak-benaran disingkirkan, maka akan ada kesatuan roh, suatu visi timbal-balik. Ketika apa yang sempurna datang, apa yang tidak sempurna akan disingkirkan olehnya; dan kasih di antara mereka akan dimurnikan dan disempurnakan, penuh pengenalan, visi terbuka dan keserupaan sempurna. Kemudian jiwa akan mengenal sebagaimana ia dikenal, mencintai sebagaimana ia dicintai, dan mempelai laki-laki akan bersukacita atas mempelai perempuan, mengenal dan dikenal, mencintai dan dicintai. Yesus Kristus Tuhan kami, yang adalah Allah di atas segalanya, terberkati untuk selamanya. Amin.