Saya ingin menceritakan kepadamu pengalamanku sendiri seperti yang sudah kujanjikan. Aku mengakui bahwa Sang Sabda juga datang kepadaku – dan telah datang berkali-kali. Namun meskipun Ia telah datang padaku, aku tak pernah menyadari saat kedatanganNya. Aku merasakan kehadiranNya, aku ingat sesudahnya bahwa Ia telah bersamaku; kadang kala aku mendapat intuisi bahwa Ia akan datang, namun aku tak pernah sadar akan kedatanganNya atau kepergianNya. Dan dari mana Ia datang mengunjungi jiwaku, dan ke mana perginya, dan apakah maksudnya ia masuk dan keluar, bahkan sampai sekarang kuakui bahwa aku pun tidak mengetahuinya.
Datangnya Sang Sabda tidak terlihat oleh mataku, atau oleh telingaku; kedatanganNya tak tercecap di mulutku, atau pun diketahui dengan indera perabaan. Jadi bagaimana caranya Ia masuk? Barangkali Ia tidak masuk karena Ia tidak datang dari luar? Dan Ia juga tidak datang dari dalamku, karena Ia baik, dan aku tahu tak ada yang baik di dalam diriku. Kalau aku memandang keluar dari diriku, aku melihat Ia jauh melampaui jarak yang bisa kulihat; dan kalau aku melihat ke dalam, Ia begitu jauh ada di dalam. Maka aku mengenal kebenaran yang pernah kubaca, ”Di dalam Dia kita hidup dan bergerak dan berada.” Dan terberkatilah orang yang di dalamNya ia berada, yang hidup untuk Sang Sabda dan tergerak olehNya.