Pertimbangkanlah saudara-saudari terkasih, bagaimana kita semestinya memperlihatkan diri kita layak untuk pendamping yang mulia dan dengan demikian hidup dalam pandangan para malaikat kudus sehingga mereka tidak akan melihat apapun dalam tingkah laku kita yang tidak menyenangkan mereka. Terkutuklah kita jika karena dosa-dosa dan kelalaian kita, mereka menganggap kita tidak layak menerima kunjungan dan penyertaan mereka.
Maka dalam kebenaran, kita harus meratap karena dosa dan kelalaian itu telah membuat pergi mereka yang semestinya dapat melindungi kita dengan kehadiran mereka dan menghalau para musuh kita. Jika kemudian kita mendapati bahwa penyertaan para malaikat sangat penting bagi kita, semestinya kita secara seksama menghindari segala sesuatu yang tidak menyenangkan mereka, serta memperkuat keutamaan-keutamaan, terutama yang mereka senangi. Banyak hal yang dapat memberi mereka kesenangan dan mereka bahagia mendapatinya dalam diri kita, seperti ketenangan hati, kemurnian, semangat kemiskinan sukarela, seruan terus-menerus kepada Tuhan, doa-doa yang dipanjatkan dengan air mata penyesalan, serta intensi hati yang murni.
Namun, lebih dari semuanya ini, kesatuan dan perdamaian “Para Malaikat Damai” dituntut dari kita. Kita semestinya berpikir dan berbicara serupa dan tidak ada perpecahan di antara kita, sehingga menunjukkan bahwa kita semua disatukan secara bersama sebagai satu tubuh dalam Kristus dan secara individu sebagai anggota satu bagi yang lain.